Mosaic of Haramain: Cerita Perjalanan Haji yang Sangat Inspiratif

Bukan suatu kebetulan ketika pada tanggal 6 Oktober 2019 saya bertemu dengan Etyastari Soeharto, penulis buku Mosaic of Haramain: A-Z Catatan Inspiratif Perjalanan Haji. Saya bertemu dengan mba Ety pada workshop menulis bertema “Bukukan Kisahmu” yang diselenggarakan oleh Gen Y Academy dan Kolam Pena. Nah, mba Ety ini ternyata adalah salah satu co-founder Gen W Academy.

Dari beberapa penulis yang menceritakan tentang perjalanan menulisnya beserta buku yang diceritakan, entah kenapa saya tertarik banget dengan bukunya mba Ety ini. Ya, Mosaic of Haramain. Hingga akhirnya saya membeli bukunya langsung dari mba Ety, sekaligus COD-an di halaman sekolah tempat saya bekerja.

Jujur, saya butuh waktu 2 minggu untuk menyelesaikan membaca buku ini. Di rumah, saya enggak bisa santai membaca buku jika Dimas masih bermain (tidak bobok). Di kantor, waktu saya habis dari pagi sampai sore, gak mungkin sempat membaca buku. Jadinya saya membaca buku ketika sedang berada di luar rumah dan di luar kantor. Alhamdulillah saya sempat berurusan dengan Dukcapil hingga dua kali, sehingga saat-saat mengantri panjang saya manfaatkan untuk membaca buku ini.

Judul buku: Mosaic of Haramain
Penulis: Etyastari Soeharto
Penyunting: Etyastari Soeharto
Perancang sampul: Sugeng Dwi Triswanto
Tata letak: Sugeng Dwi Triswanto
Penerbit: bookLets
Cetakan pertama: Agustus 2018
Cetakan kedua: September 2018
ISBN: –
Tebal: 320 halaman
Ukuran: 14 x 21 cm
Harga: Rp 118.000,-

cerita perjalanan haji

Kalau ditanya apa sih jenis buku yang saya suka baca? Saya akan menjawab buku biografi. Yap, saya senang membaca kisah perjalanan hidup seseorang. Karena itu saya sangat senang sekali bisa memiliki buku Mosaic of Haramain ini. Buku ini berisi true story, kisah nyata mba Ety dalam menjalankan ibadah haji. Kisahnya sangat inspiratif, berisi catatan dari A sampai Z perjalanan haji yang dialami oleh mba Ety sendiri.

Sebelum membaca sendiri buku ini, tadinya saya kira catatan A sampai Z itu berisi step by step atau langkah-langkah proses menjalankan ibadah haji. Setelah membuka bukunya, ternyata catatan A sampai Z ini dituangkan secara alfabetik di dalam daftar isi buku ini menjadi judul setiap bab. Misalnya, bab A berjudul Allah is the One and Only, bab F berjudul Fafirru Illallah, atau bab O berjudul Orang-orang yang Terpilih.

Kisah dalam setiap bab tentu saja berbeda-beda, namun melengkapi sepotong kisah di bab lain. Jadi, membaca buku ini seperti mendapatkan informasi yang komplit. Saat membaca tulisan mba Ety di buku ini saya serasa turut merasakan apa yang mba Ety alami. Ditambah lagi dengan cara mba Ety membuat kata dan kalimat yang bikin menguras emosi saya. Seperti misalnya jantung serasa berdentam-dentam, atau seketika air mata saya tumpah, atau dada saya bergemuruh, dan masih banyak lagi.

Dalam setiap bab selalu ada kisah inspiratif di dalamnya yang bisa diambil hikmahnya. Ada satu bab yang sukses membuat dada saya sesak karena saya menahan air mata. Yaitu bab Q yang berjudul Qadarullah, tepatnya pada halaman 220-221. Disini mba Ety mengisahkan tentang pasangan suami istri yaitu Pak Zuhri dan Bu Mae yang selalu saling support. Bu Mae adalah seorang survivor kanker. Pak Zuhri, sang suami sangat menjaga dan mengayomi serta memastikan segalanya baik untuk sang istri. I have been there done that, tentunya dalam kondisi yang berbeda.

mosaic of haramain
Sesekali membaca sambil momong Dimas.

Kembali kepada sub judul buku ini yaitu A-Z Catatan Inspiratif Perjalanan Haji, maka benar-benar banyak sekali inspirasi yang dapatkan di dalam buku ini. Contohnya:

Selalu yakin dan percaya bahwa Allah maha mengatur segalanya dengan sempurna. Sesimpel yang dialami mba Ety yang mendapatkan jodoh justru setelah terdaftar sebagai calon jemaah haji. Padahal sebelum mendaftar haji ia sempat kepikiran apakah haji dulu atau menunggu jodoh datang dulu.

“Orang-orang yang membelanjakan hartanya untuk berhaji, sampai dia menunaikan hajinya, berada dalam jaminan Allah.” Di saat mba Ety kesulitan keuangan untuk melunasi ONH, kemudian pasrah kepada Allah dan yakin Allah pasti membantu, kemudian tanpa diduga kakaknya mentransfer uang sejumlah yang mba Ety butuhkan. Sungguh, benar-benar Allah yang mencukupkan.

Dan… masih banyak lagi kisah-kisah inspiratif lainnya. Kisah-kisah ini insyaallah semakin memperkuat iman saya.

Oiya, membaca buku ini jangan berharap ada gambar-gambar atau foto-foto di dalamnya ya… Tak ada satu pun. Jadi, benar-benar cocok untuk pembaca yang menghayati setiap tulisan. Semua gambar dan foto termuat di dalam alam pikiran pembaca. Saya merasakan indahnya membayangkan diri saya berada di Haramain πŸ™‚

cerita perjalanan haji
Halaman ini yang membuat saya sesak menahan air mata.

“Haramain adalah keistimewaan. Tempat terbaik di muka bumi. Tanah Suci yang terjaga. Pusat segala harap, impian, angan-angan. Di sanalah implementasi puncak Rukun Islam digenapkan. Tempat teristimewa dimana Rukun Iman ditegakkan. Sebuah miniatur penampung gambaran kehidupan setelah alam dunia berakhir. Sasana kita menyicip teriknya Padang Ma’syar di hari perhitungan, berlatih kesabaran, belajar memahami makna keikhlasan, juga merefleksi diri dengan pertanyaan: untuk apa saya hidup? Kemana saya akan kembali setelah ini?”

“Haramain adalah keajaiban terindah. Setiap keping cerita tentangnya sarat makna. Pembelajaran yang indah. Pengingat yang hangat. Juga keceriaan yang mencerahkan. Keping-keping itu serupa mosaik-mosaik, dimana desain utuhnya adalah wujud cinta kasih Allah SWT kepada setiap manusia. Lewat mosaik-mosaik Haramain yang dihamparkan-Nya, Allah memanggil hamba-hamba-Nya untuk mendekat.”

Di bagian akhir, dituliskan oleh mba Ety bahwa bisa beribadah haji itu rezeki, mampu menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji juga rezeki. Setelah membaca buku ini saya berdoa, Ya Allah, semoga rasa kepengin saya ke Tanah Suci ini semakin kuat. Semoga masih ada umur panjang sehingga saya ada rejeki ke Tanah Suci. Dan semoga catatan dari mba Ety ini bisa menjadi bekal perjalanan saya jika rejeki itu tiba. Aamiin… πŸ™‚

 

195 Views

Author: Wiwin Pratiwanggini

Ibu dari 2 anak laki-laki (Satria & Dimas). Tinggal di Yogyakarta. Suka jalan-jalan. Suka membaca. Suka menulis. Ngeblog untuk berbagi cerita, berbagi pengalaman, serta berbagi informasi. Bisa dikontak di wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA), insyaallah fast response.

7 thoughts on “Mosaic of Haramain: Cerita Perjalanan Haji yang Sangat Inspiratif

  1. Ayo mbak sama sama nabung dan mendoakan. Memantapkan hati dan semoga dalam waktu dekat Allah memilih masing-masing dari kita.
    Cukup menarik bukunya. Semoga nanti kita juga bisa merasakan udara di harom

  2. Biografi memang buku yang bisa menginspirasi, karena berisi cerita dan pencapaian nyata dari tokohnya. Membaca cerita semacam ini jd membangkitkan semangat untuk mewujudkan impian ya.. Semoga cita2 untuk ke tanah suci bisa segera terwujudkan… Aamiin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *