Diary Si Buah Hati

diary si buah hati

Malam ini saya bebenah dokumen-dokumen supaya tidak tercecer saat pindahan rumah nanti. Ternyata di dalamnya saya menyimpan Diary Si Buah Hati. Diary ini tersimpan sejak 17 tahun yang lalu, sejak lahirnya anak pertama.

Diary Si Buah Hati ini adalah sebuah buku, persembahan dari Ayahbunda dan Pepsodent Gigi Susu. Kalau tidak salah saya dulu mendapatkannya di Gramedia.

Namanya juga “diary”, maka buku ini berisi catatan tumbuh kembang Si Buah Hati sejak lahir. Jaman sekarang ‘kan ada tuh buku KIA, nah keduanya ini bisa saling melengkapi. Kalau jaman anak pertama saya dulu sih adanya cuma KMS (Kartu Menuju Sehat) yang belum selengkap buku KIA.

Diary Si Buah Hati ini dulu memang saya peruntukkan untuk anak pertama saya, yaitu Satria. Awal-awalnya saya sempat rajin mengisi. Tapi kemudian yaaaa tidak istiqomah lagi. Hiks… Bolong-bolong. Terakhir saya update di halaman 28 yang berjudul Aku dan Gigi Susuku.

Tiba-tiba saya kepikiran untuk meneruskan mengisi buku tersebut tetapi dengan data anak kedua. Kebetulan saat ini anak kedua saya, yaitu Dimas, berusia 27 bulan (2 tahun 3 bulan). Sehingga bisa mulai mengisi dari usia 2 tahun (Batita).

Dalam Diary Si 2 Tahun yang harus diisi adalah catatan tahapan perkembangan. Catatan tersebut adalah tentang tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar dada, perkembangan motoric, perkembangan adaptif, perkembangan sosial, perkembangan linguistik, dan perkembangan mental.

diary si buah hati
foto dok. pribadi

Di sebelah kiri isian pencatatan tahapan perkembangan, terdapat informasi ciri-ciri tumbuh kembang si usia 2 tahun. Ciri-ciri tersebut antara lain:

  1. Sudah bisa berjalan mundur dan naik turun tangga sendirian.
  2. Berbicara dengan menggabungkan dua kata sekaligus.
  3. Sering bertanya dan meniru kata-kata serta mengulanginya tanpa henti.
  4. Mampu membuka halaman buku, menutup pintu, membuka toples, menaruh sepatu, membuka celana, mencoba makan sendiri, serta membasuh dan mengeringkan tangannya sendiri.
  5. Mampu mengenali 4 (empat) bagian anggota tubuhnya.
  6. Dapat mencontoh garis lurus dengan menggunakan pensil.
  7. Dapat berinteraksi/bermain dengan anak kecil lainnya.

Di usianya yang sekarang, 27 bulan, Dimas masih mengalami kelemahan pada poin 2 dan 3. Belum banyak kosa kata yang terucap dengan jelas. Otomatis Dimas belum bisa merangkai kata. Padahal sebenarnya anaknya cerewet lho, keingintahuannya juga sangat tinggi. Di setiap tempat, setiap melihat sesuatu, tidak henti-hentinya Dimas menyebutkan nama benda tersebut serta bertanya jika dia belum tahu.

Apakah saya galau? Terbersit sih iya. Tapi saya mempercayai bahwa kemajuan perkembangan tiap anak itu berbeda-beda. Sebagai contoh, anak teman saya baru bisa bicara saat berusia 3 tahunan.

Back to Diary Si Buah Hati yaa…

Jadi karena salah sponsor buku ini adalah Pepsodent Gigi Susu, maka sebagian keterangan yang ada di dalamnya adalah seputar pertumbuhan gigi anak serta perawatannya. Sedangkan Ayahbunda menghadirkan beberapa keterangan seputar tumbuh kembang anak.

Semoga saya istiqomah mengisinya ya… toh mulai si kecil usia 2 tahun ngisinya enggak sedetil seperti waktu masih di bawah satu tahun. Lagipula dengan rajin mencatat tumbuh kembang si anak, saya jadi mempunyai rekam jejak kehidupannya sejak lahir hingga entah kapan.

 

145 Views

Author: Wiwin Pratiwanggini

Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini. Saya blogger Yogyakarta yang senang menulis untuk berbagi cerita, berbagi pengalaman, serta berbagi informasi. Bisa dikontak di wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA), insyaallah fast response.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *