Kemarin Ramah Sekarang Diam

Saya sedang merasa “aneh” dengan beberapa orang di lingkungan sekitar saya. Mereka adalah orang-orang yang cukup saya hormati, cukup saya hargai, karena posisi mereka.

Kemarin-kemarin mereka begitu ramah, selalu menyapa di dalam setiap kesempatan bertemu. Namun karena sesuatu hal, yang bukan dilakukan oleh saya, lantas mereka berubah menjadi acuh tak acuh.

Sedihkah saya? Oh NO… Tidak sama sekali. Lagian mereka bersikap demikian juga tidak cuma dengan saya. Nah, dengan adanya sikap mereka yang berubah 180 derajat tersebut justru membuat saya semakin tahu karakter orang-orang itu. Justru saya mendapat pelajaran dari sikap-sikap mereka.

Ada yang bilang bahwa orang tersebut memang pendendam. Ahhh…baguslah.. berarti tidak rugi jika saya lebih memilih diam juga. Saya diam adalah untuk menjaga energi positif saya. Lebih baik saya diam tanpa beban daripada sok ramah tapi malah sakit hati.

Sayangnya.. mereka itu orang-orang yang sudah berumur lhooo.. Aneh…:-) Jadi, maaf yaaa.. saya hanya akan melakukan pekerjaan saya sesuai job description saya dan saya hanya akan menjalani hidup sesuai porsi saya πŸ™‚

81 Views

Author: Wiwin Pratiwanggini

Ibu dari 2 anak laki-laki (Satria & Dimas). Tinggal di Yogyakarta. Suka jalan-jalan. Suka membaca. Suka menulis. Ngeblog untuk berbagi cerita, berbagi pengalaman, serta berbagi informasi. Bisa dikontak di wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA), insyaallah fast response.

2 thoughts on “Kemarin Ramah Sekarang Diam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *