Tips Menulis Review

Sebagai blogger yang menuju arah profesional, pasti pernah deh mereview suatu produk. Baik review berbayar maupun review sukarela. Awal-awal menerima job review, saya tidak punya ilmunya, jadi modal nekat saja. Setelah kenal dengan teman-teman blogger serta kenal dengan seorang mentor blogging, saya mulai tahu bahwa sebenarnya menulis review itu ada ilmunya.

Beberapa waktu yang lalu, saya dapat ilmu keren ini dari mentor cantik Widyanti Yuliandari. Tak perlu diragukan lagi ilmunya karena mba Wid memang sudah malang melintang di dunia blog monetizing dan sekarang adalah Ketua Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis.

tips menulis review

Nahhh.. ilmu keren yang saya dapatkan itu, saya arsipkan saja disini, supaya sewaktu-waktu saya butuh tinggal search aja, dan siapa tahu juga bermanfaat buat Anda para pengunjung blog ini. Berikut ini beberapa hal yang musti diperhatikan ketika mengerjakan job review sebagaimana yang diajarkan oleh mba Wid:

1. Kejujuran

Jujur, itu yang diajarkan oleh mba Wid. Menurutnya setiap penulis tentu boleh banget punya ramuan yang berbeda, tapi bagi mba Wid yang pertama dan utama dalam menulis review adalah kejujuran.

Contoh:
“Udah lama banget saya pengin nyobain skincare yang berupa essence. Maklum, usia udah mendekati usia cantik, sepertinya harus lebih perhatian ke skincare daripada make-up. Eh… Pas jalan di mall, ternyata brand blablabla lagi diskon. Ya udah, beli aja sekalian.”

Padahal sebenarnya skincare yang diceritakan itu produknya dikasih oleh klien. Nah, kalo dapatnya dikasih ya jangan cerita kalo membeli πŸ˜€ . Saya aja lebih memilih untuk bilang jujur misalnya karena produk dikasih lewat goodie bag. Lebih puas ‘kan, dan memang benar begitu adanya.

2. Positif dan Santun

Terhadap suatu produk, mba Wid selalu berusaha membuat review positif. Lho, apa enggak boleh mengemukakan kekurangan produk? Boleh donk. Tapi alangkah menariknya jika dikemas dalam bentuk saran atau harapan. Hindari banget kritik apalagi caci maki. Ini berlaku buat semua review baik berbayar maupun dibuat sukarela.

Coba deh bandingkan dua tulisan ini:

a. “Aku enggak suka banget kemasannya. Udah ringkih, terlihat norak pula.”

b. “Aku suka bedak ini, coveragenya bagus. Selain itu pilihan warnanya sangat banyak. Tapi rasanya akan jauh lebih baik jika packagingnya dibuat lebih cantik dengan bahan lebih kuat. Jadi, bakal lebih cinta untuk membawanya kemana-mana.”

Sebagai pembaca aja kita bisa memilih mana yang lebih nyaman dibaca, ‘kan? Apalagi kalau Anda jadi pihak brand, pasti sudah tahu pilih yang mana πŸ™‚

3. Tidak Menulis Kekurangan Produk, Tidak Sama Dengan Bohong

Ini yang kadang dilema. Tapi kalau ranahnya udah job dan di dalam kontrak disebutkan bahwa blogger harus membuat review positif, maka fokus pada kelebihan produk saja. Semua produk pasti ada kekurangannya. Itu pasti. Tapi kalau memang di dalam kontrak kita tidak diperkenankan memuat itu tentang kekurangannya, ya fokus pada yang positif aja.

Namun ada juga blogger yang memilih tetap selalu membahas plus dan minusnya. Jika ini job dan Anda dibayar, pastikan sudah disetujui oleh klien. Yang penting selalu menggunakan rumus utama, yaitu selalu kemas dengan santun.

4. Foto Terbaik

Jika kita berada pada posisi sebagai brand, tentu lebih senang jika produk kita tampil cantik. Siapa sih yang suka melihat produknya terfoto remang-remang dalam blog post?

Tentu saja Anda tidak harus memaksakan punya peralatan tempur tercanggih. Kamera tercanggih. Pakai saja yang ada dengan optimal. Bisa menggunakan kamera digital biasa. Kamera HP juga bisa menghasilkan foto lumayan asal tahu caranya.

5. Sentuhan Personal

Sekali lagi harus diingat bahwa mereview adalah berdasar pengalaman kita. Jadi sah-sah aja kalau berbeda dengan milik blogger lain. Jangan takut berbeda. Sampaikan saja dengan santun. Bagaimana kalau ternyata hasilnya kurang memuaskan? Sampaikan berdasar kondisi Anda. Jika memungkinkan beri tips mengantisipasi pengalaman yang kurang bagus tersebut.

Misal begini:
“Di bibir saya, lipstik matte ini kurang bagus nempelnya, mungkin karena kondisi bibir yang cenderung kering. Jika Anda memiliki tipe bibir yang sama dengan saya, bisa coba cara ini: mulailah selalu dengan menggunakan lipbalm, segera setelah mandi……bla bla bla..”

6. Ingat, Kita Turut Bertanggungjawab

Ini sih pilihan pribadi, tapi memilih produk yang akan kita review juga penting banget. Misalnya kita tidak akan memakai produk susu formula atau produk asuransi, ya sebaiknya jangan mereview produk-produk tersebut. Mba Wid juga menyarankan untuk berhati-hati dalam mengecek legalitas produk. Untuk skincare, misalnya, perlu cek nomor registrasi BPOM. Contoh lain, ada yang minta review produk suplemen namun ternyata tanpa registrasi BPOM, wajib ini dihindari ya… Bagaimana pun keselamatan pembaca sangatlah penting, jauh lebih berarti dari fee review itu sendiri. Please berhati-hatiΒ  banget terhadap produk abal-abal, semacam pemutih, dan lain-lain.

7. Informatif

Sangat penting nih menyampaikan informasi tentang produk itu sendiri, antar alain: dimana bisa dibeli, berapa harganya, seberapa besar kemasannya, dan lain-lain. Kalau bisa sih sedetil-detilnya ya..

8. Closing Yang Manis

Closing adalah kalimat penutup pada artikel review. Bagian ini sih selera pribadi, semua terserah pada Anda. Bisa hard selling, bisa juga soft selling. Menurut mba Wid sih lebih nyaman membuat closing yang tidak “hard”. Yaitu closing yang mengajak untuk mencoba, tetapi tidak mendikte.

Contoh 1 (hard selling):
“Ini gadget top banget, Anda harus coba.”

Contoh 2 (soft selling):
“Jika Anda sedang mencari gadget 1 jutaan dengan kamera cukup mumpuni, Zen****G* ini rasanya patut diperhitungkan.”

Nahhh, mengacu pada poin-poin yang saya sampaikan diatas, yang saya peroleh dari mentor blogging Widyanti Yuliandari, insyaallah artikel review Anda akan lebih menarik dibaca tanpa terkesan promosi banget πŸ™‚ . Jujur saja, saya juga masih belajar. Jadi, jangan heran kalo artikel-artikel review saya sampai hari ini belum bisa sempurna πŸ™‚ . Semakin banyak jam terbang, insyaallah nanti akan semakin baik…

 

15 Views

Author: Wiwin Pratiwanggini

Ibu dari 2 anak laki-laki (Satria & Dimas). Tinggal di Yogyakarta. Suka jalan-jalan. Suka membaca. Suka menulis. Ngeblog untuk berbagi cerita, berbagi pengalaman, serta berbagi informasi. Bisa dikontak di wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA), insyaallah fast response.

19 thoughts on “Tips Menulis Review

  1. Saya sangat setuju dengan 8 poin yang harus diperhatikan dalam job review, dan saya pun termasuk yang newbie di dunia perbloggeran.

    Terima kasih sudah mengingatkan kembali ya mom, semoga kita selalu bisa menyebarkan berita-berita yang positif kepada orang lain.

  2. terima kasih mba sharingnya nih, saya bisa belajar lagi kalau ada job review lagi hehe. biasa saya review dicoba dulu sih untungnya yang direview cocok-cocok semua πŸ˜€

  3. bener sekali mom, aku termasuk beauty blogger yang senang review skincare atau make up. semuanya dinilai setelah aku coba dulu produknya selama beberapa lama karena biar tau efeknya, gak mau ngasih review asal asalan karenapunya tanggung jawb ke yang baca.

  4. Sudah pernah baca tips ini di blog mba Wid, dan makin tercerahkan gegara baca di sini lagi.

    Kalau mengenai asal muasal produk review, saya lebih memilih untuk tidak membahasnya.

    Mengapa?

    Karena opini pembaca khususnya di Indonesia itu terlalu pendek.

    Kalau kita bilang ini dikasih klien, udahlah makin mereka gak mau baca, langsung pada kesimpulan sendiri bahwa, ah makanya nulis gini, orang dikasih

    Jadi saya milih, gak usah dibahas, pokoknya tulis aja kalau ini produknya brand ini

    Dan saya belajar banyak dari mba Wid tentang menulis kekurangan.
    Sumpah emang agak sulit ya, mengingat lagi2 pembaca itu biasanya paling sering mengamati kekurangannya ketimbang kelebihannya.
    Sedangkan kita bertanggung jawab juga dengan pemasaran produk klien.
    Ye kan, dia minta kita review biar barangnya laku.
    Bukan malah makin ga laku hahaha

    Jadi kita kudu bener2 mengemas tulisan kekurangan dengan sebaik mungkin πŸ™‚

  5. Saya abru nih kak mereview produk apa saja asal bisa saya jelaskan heheh, beruntung banget baca ini, jadi nambah pengetahuannya tentang mereview, kadang kalau saya review llangsung to the point aja, makasih kak sharingnya

  6. Saya juga masih belajar meramu dan meracik kata-kata saat mereview produk. Kadang suka kaku kalau nggak tahu banget soal produk itu. Kalau udah tau tipsnya begini, jadi bisa luwes lagi nulisnya.

  7. Thanks you mba tips nya. Aku setuju review produk itu perlu jujur karena kan tidak semua yang jujur itu malah jatuhkan produk tersebut. Malah bisa jadi membantu produk tersebut berkembang..

  8. Aku pernah ikut kelas Mbak Wied untuk blogging review ini. Dan sepakat dengan poin-poin di atas.
    Tapi untuk poin kejujuran, kadang klien bilang: jangan ditulis kalau ini dikasih, tulis kalau beli sendiri atau pengalaman pribadi bla bla bla…Terus aku kudu piye hehehe

  9. Betul banget mbak, pembaca kita pasti percaya apa yang kita tulis yaa. Makanya kudu seinformatif mungin saat menyampaikannya. Kalau bisa juga sejujurnya. Tapi tetep kalau berbayar nanya brand dulu sih ya. Kalau ada yg kurang2 bisa disampaikan ke brand, lalu minta izin mungkin menuliskannya dengan cara yg halus. ..

  10. Makasih tipsnya ya mbak. Jelas dan lengkap banget. Aku sampai sekarang masih terus belajar banget apalagi so review produk heheh. Kadang masih kaku tulisannya hehhe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *