Maksimalkan Kelebihanmu Agar Tertutup Kekuranganmu

maksimalkan kelebihanmu

“Bu, aku tu pengin lho bisa masuk tim paskibra.”
“Bu, aku jadi ketua Dewan HW.”

Demikian antara lain selipan percakapan antara saya dan Satria di antara cerita-cerita sehari-hari sejak dia masih SMP hingga hari ini. Ya, sebenarnya sejak kecil jiwa kepemimpinan Satria sudah ada. Hanya saja, menunggu waktu yang tepat sampai dia tampil menjadi pemimpin.

Ketika masih sekolah di SD Satria memang tidak menonjol karena secara akademis nilai-nilainya biasa saja. Satria selalu berada di barisan anak-anak dengan nilai biasa-biasa saja. Meskipun demikian, lumayanlah Satria masuk dalam tim karawitan dan tim pencak silat Tapak Suci.

Begitu masuk SMP, kepemimpinan Satria mulai kelihatan. Satria bisa berorganisasi. Satria juga didaulat menjadi Ketua Dewan Hizbul Wathan yaitu kepanduan Muhammadiyah yang ada di sekolahnya. Selain itu, Satria juga menjadi pengurus IPM (Ikatan Pemuda Muhammadiyah) atau OSIS-nya sekolah Muhammadiyah.

Saat ada kegiatan luar sekolah seperti outbond, Satria selalu siap membantu teman-teman dalam timnya. Satria tidak pernah egois memikirkan dirinya sendiri. Sesimpel menyeberangi sungai yang deras, Satria pasti membantu teman-temannya.

Setelah lulus SMP, Satria melanjutkan sekolah di SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Yogyakarta. Sayangnya disini Satria belum punya peran apa-apa. Mungkin karena secara fisik Satria masih di bawah standar hehehe…, dibandingkan teman-temannya yang lain yang lebih tinggi-tinggi. Selama itu, Satria tidak ingin melepaskan diri dari keaktifannya di organisasi IPM dan Hizbul Wathan serta terus rajin latihan pencak silat Tapak Suci.

maksimalkan kelebihanmu
Salah satu prestasi Satria

Begitu duduk di bangku SMA Negeri, baru deh beberapa kali Satria bilang kepada saya begini: “Bu, aku sekarang jadi orang sibuk, udah dijadikan Ketua Kelas, masih dicalonkan macam-macam.” Trus cerita bla..bla..bla.. Saya hanya komentar: “Bukankah itu keinginan Satria dari dulu? Sudah terkabul ‘kan?” Dan, Satria hanya nyengir πŸ™‚

Pada suatu hari: “Ibu koq ga surprised sih lihat aku jadi tim Paskibra?” Satu pertanyaan yang mengandung kekecewaan ini sempat menampar saya. Saya jadi sedih melihat kekecewaannya.

Ceritanya, pada tanggal 17 Agustus 2018 kemarin Satria terpilih menjadi tim Paskibra Kecamatan Cangkringan. Tapi Satria tidak cerita. Dia malah bilang bahwa tidak akan ikut upacara 17-an. Mendengarnya tidak akan hadir di upacara 17-an, saya sempat emosi pada H-1 itu.

Baru deh sorenya saya mendengar dari neneknya bahwa Satria sengaja ingin membuat kejutan untuk ayah dan ibunya. Setelah mendengar penjelasan dari ibu saya (neneknya Satria), lalu untuk mengobati kekecewaannya saya bilang ke Satria bahwa: “Ibu tu semangatnya udah kemarin-kemarin sebelum 17-an, tapi kata Satria enggak kepilih Paskibra, ya sudah jadinya semangat ibu lantas kendor. Maafkan ibu ya, Nakkk..”. Trus saya bilang juga ke Satria bahwa: “Ayah bangga lhooo, tu foto dan videonya dishare di FB ayah.” Alhamdulillah, kekecewaan Satria terobati πŸ™‚

maksimalkan kelebihanmu
Paskibra Kecamatan Cangkringan 17 Agustus 2019

Nah, yang baru-baru ini, Satria kepilih lagi untuk seleksi menjadi Duta Kesehatan bersama beberapa orang temannya. Saya sempat surprised membaca artikel yang dibuatnya, tentang imunisasi. Saya tanya: “Itu Satria copas dari mana, hayo? Koq bagus banget isinya..” Trus Satria menjawab: “Bikin sendiri donkkk, didampingi guru pembimbing. Aku ngumpulin banyak artikel sebagai referensi supaya aku ga kelihatan sok tahu dan sok pinter.” Langsung saya acungi jempol: “Bagus! Ya memang begitu yang benar.” Dalam hati kecil saya berkata bahwa jangan-jangan Satria diam-diam mewarisi hobi saya menulis πŸ˜€

Dannnn… informasi terakhir nih, Satria maju untuk PPMBI (Pembinaan Pusat Minat Bakat Istimewa). Satria ikutΒ  pencak silat karena memang minat bakatnya disitu. Untuk yang ini saya masih menunggu kabar selanjutnya karena seleksinya baru akan dimulai.

Sebagai ibu atau orang tua dari Satria, jujur saja saya merasa terharu sekaligus bangga. Terharu karena selama ini Satria merasa tidak pandai dalam bidang akademis, sehingga merasa lemah. Sekarang Satria sudah memiliki kepercayaan diri, dia mengatakan sendiri bahwa: “Bu, aku memiliki kekurangan di bidang akademis tapi aku punya kelebihan di bidang lain ya..?” Kemudian saya menjawab: “Maka dari itu optimalkan kelebihanmu, karena dengan kelebihan itu akan menutupi kekurangan dan kelemahan Satria.”

Semoga cita-citamu tercapai ya, Nakkkk… Prioritas pertama, Satria pengin masuk taruna TNI. Kalau tidak lolos, Satria pengin kuliah di jurusan keolahragaan. Aamiin… semoga dimudahkan dan tercapai cita-citamu πŸ™‚

 

184 Views

Author: Wiwin Pratiwanggini

Ibu dari 2 anak laki-laki (Satria & Dimas). Tinggal di Yogyakarta. Suka jalan-jalan. Suka membaca. Suka menulis. Ngeblog untuk berbagi cerita, berbagi pengalaman, serta berbagi informasi. Bisa dikontak di wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA), insyaallah fast response.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *