Ngumpulin Uang Koin

uang koin

Setiap kali melihat uang receh (koin) di dalam rumah selalu saya ambil dan simpan di dalam tempat khusus, semacam celengan gitu. Mungkin bagi sebagian orang satu dua koin itu tidak ada harganya, dalam arti dapat apa sih kalo dibelikan sesuatu :-). Tapi bagi saya, itu sangat berharga.

Satu dua koin dikumpulin lama-lama jadi banyak juga lhoo.. Kemarin karena ada sesuatu hal, akhirnya saya relakan koin-koin tersebut ditukarkan uang kertas. Dari pecahan 100, 200, 500, dan 1000, alhamdulillah total terkumpul Rp 506.000,- (lima ratus enam ribu rupiah). Alhamdulillah. Jumlah yang fantastis ‘kan yaa…

Saya sih lupa sejak kapan ngumpulin. Tapi saya selalu wanti-wanti ke suami dan anak untuk tidak membuang uang koin walo cuma satu biji. Oiya saya ga pake lama ngitung uang koin tadi karena sejak awal menyimpannya sudah saya pisah-pisahkan. Koin 100-an sendiri, koin 200-an sendiri, koin 500-an sendiri, demikian juga koin 1000-an.

Oiya, ternyata menukarkan uang koin menjadi uang kertas itu tidak perlu jauh-jauh ke Bank Indonesia lhoo.. Banyak koq toko-toko dan lain-lain yang mau menerima uang koin. Kemarin uang koin saya tukarkan di Toko Swalayan Gading Mas Soropadan. Tentu saja hari sebelumnya saya sudah nanya dulu apakah mereka menerima uang koin ditukar menjadi uang kertas.

Satu tips dari saya nih supaya proses penukaran uang tidak perlu waktu lama, sejak dari rumah kita harus sudah menghitung dulu uangnya, memilah-milahnya, dan menempatkannya di dalam tempat tertentu dengan jumlah tertentu. Dengan demikian, di tempat penukaran mereka tidak perlu lagi menghitung dari awal.

Nahhh.. karena yang Rp 506.000 sudah berubah jadi kertas, maka sekarang semangat ngumpulin koin-koin lagi 🙂

Author: Wiwin Pratiwanggini

Terimakasih sudah berkunjung ke blog ini. Blog milik Wiwin Pratiwanggini, lifestyle blogger dari Yogyakarta. Bisa dikontak melalui wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA).