Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh Si Kecil Saat Pergantian Musim

menjaga daya tahan tubuh si kecil

Hari Sabtu 6 Februari 2021 kemarin saya mengikuti Expert Kuliah Whatsapp Nutriclub Pentingnya Menjaga Daya Tahan Tubuh Si Kecil Saat Pergantian Musim. Materinya dibawakan oleh dr. Reza Fahlevi, Sp.A. Berikut ini poin-poin yang saya rangkum dari penjelasan dokter Reza.

Daftar Isi:

Menjaga Daya Tahan Tubuh Si Kecil Saat Pergantian Musim

Kekebalan Tubuh Anak

Kekebalan tubuh anak itu terdiri dari 2 macam, yaitu:

  1. Kekebalan natural (innate immunity), yaitu pertahanan awal tubuh anak berupa kekebalan fisik (kulit, mukosa), kekebalan kimia alami tubuh (enzim pada air mata, liur, dan cairan tubuh), dan sel-sel imun.
    Bekerja cepat namun tidak spesifik terhadap jenis kuman tertentu. Contoh kekebalan natural adalah perlindungan fisik seperti kulit dan mukosa untuk mencegah masuknya kuman dari lingkungan. Jika kulit rusak maka kuman akan mudah masuk ke tubuh anak. Juga zat kimia yang dapat membunuh kuman seperti asam lambung, air mata, air liur, dan cairan tubuh lain yang dapat membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh.
  2. Kekebalan didapat (adaptive immunity), yaitu pertahanan tahap lanjut berupa sel-sel imun dan antibodi yang diperoleh dari riwayat terinfeksi kuman sebelumnya, vaksinasi, juga transfer antibodi dari ibu.
    Kekebalan didapat membutuhkan waktu/proses tapi spesifik terhadap kuman tertentu. Kekebalan didapat terdiri dari sel imun dan antibodi yang diperoleh dari berbagai cara, misalnya transfer antibodi dari ibu ke bayi, kekebalan melalui vaksinasi, atau kekebalan yang terbentuk karena riwayat terinfeksi kuman tersebut sebelumnya.

kekebalan tubuh anak

Pergantian Musim

Banyak penyakit yang muncul saat pergantian musim yang kerap menyerang anak. Penyakit yang sering muncul antara lain infeksi saluran napas, infeksi saluran cerna, dan demam berdarah. Gejala yang terjadi mulai dari demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, muntah, diare, sakit perut, dan bercak kemerahan pada kulit.

Kondisi tersebut disebabkan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  1. Saat itu banyak vektor penyakit muncul (nyamuk, lalat, dan sebagainya).
  2. Air hujan dapat membawa virus dari udara.
  3. Kurangnya cahaya matahari membuat kuman/virus tertentu lebih bertahan hidup.
  4. Lingkungan yang lembap dan kotor merupakan tempat pertumbuhan kuman.
  5. Risiko banjir yang memunculkan berbagi penyakit.

Selain pergantian musim, pandemi Covid-19 masih belum kunjung berakhir di Indonesia. Tidak hanya orang dewasa, anak juga rentan mengalami infeksi Covid-19 dan juga dapat berakibat fatal. Kondisi Covid-19 ini juga membuat para orangtua takut membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk vaksinasi. Padahal vaksinasi sangat penting untuk mencegah berbagai panyakit pada anak. Dengan cakupan vaksinasi yang rendah, anak akan lebih rentan mengalami berbagai penyakit endemis yang selama ini dapat dicegah dengan vaksinasi.

Kesimpulan kondisi yang terjadi saat ini:

  1. Pandemi Covid-19.
  2. Pergantian musim (wabah DBD).
  3. Cakupan vaksinasi rendah (potensi muncul kembali penyakit endemis).

Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh Si kecil

  1. Pertahanan dari luar, yaitu:
    (a) menjaga kelembaban kulit anak,
    (b) hindari luka pada kulit dan mukosa,
    (c) cuci tangan sesering mungkin,
    (d) menggunakan masker,
    (e) menjaga jarak, dan
    (f) menjaga kebersihan diri, makanan, rumah, dan lingkungan.
  2. Pertahanan dari dalam, yaitu:
    (a) nutrisi seimbang,
    (b) memperkuat pertahanan saluran cerna,
    (c) melengkapi vaksinasi, dan
    (d) aktivitas fisik dan istirahat yang cukup.

Kaitan Saluran Cerna dan Sel Imun

Saluran cerna adalah salah satu tempat yang paling rentan mengalami infeksi akibat masuknya kuman melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi anak. Pertahanan saluran cerna anak terdiri dari lapisan sel pada saluran cerna yang mengandung enzim dan zat kimia alami lain untuk membunuh kuman (lisozim dan musin), sel-sel pertahanan saluran cerna (makrofag dan sel sendrit), sel pembentuk antibodi (sel plasma), dan antibodi khusus saluran cerna (sIgA). Semua ini melindungi saluran cerna si Kecil dari kuman-kuman yang masuk melalui makanan.

Kesimpulannya:

  1. Saluran cerna adalah salah satu barrier pertahanan tubuh dari kuman yang dibawa melalui makanan/minuman.
  2. Saluran cerna memiliki daya tahan tubuh khusus (asam lambung, enzim-enzim pencernaan, bakteri normal saluran cerna, sel-sel imun pada saluran cerna, dan antibodi khusus pada saluran cerna).

ASI Nutrisi Terbaik Bagi Si Kecil

Pada bayi 0-6 bulan, dianjurkan pemberian ASI eksklusif karena ASI memberikan banyak sekali manfaat. Setelah usia 6 bulan ASI dilanjutkan dengan makanan pendamping ASI hingga usia 2 tahun. Jika karena satu dan lain hal anak tidak dapat mendapatkan ASI, maka diberikan susu formula sebagai pengganti ASI dengan komposisi yang semirip mungkin dengan ASI, walaupun tidak ada susu formula yang 100% menyerupai ASI.

Manfaat ASI:

  1. Memiliki kandungan nutrisi terlengkap dan mudah dicerna.
  2. Meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung antibodi, sel imun, serta pre dan probiotik.
  3. Ekonomis dan memberikan manfaat bagi ibu, bayi, serta lingkungan.

probiotik dan prebiotik

Nutrisi untuk Tumbuh Kembang dan Daya Tahan Tubuh Anak

Dalam pemberian nutrisi bayi, selain kuantitas, perlu diperhatikan kualitas nutrisi. Kualitas nutrisi ditentukan oleh komponen makronutrien, mikronutrien dan komponen lainnya agar tumbuh kembang anak baik, serta daya tahan tubunnya optimal. Prebiotik dan probiotik merupakan salah satu komponen penting untuk pertahanan saluran cerna anak.

Komponen nutrisi untuk tumbuh kembang dan daya tahan tubuh anak, antara lain:

  1. Makronutrien (karbohidrat, lemak, protein)
  2. Mikronutrien (vitamin, mineral)
  3. Lainnya (prebiotik, probiotik, AA, DHA)

Apa bedanya Prebiotik dengan Probiotik?

Probiotik merupakan mikroba baik berupa bakteri atau jamur yang dapat membantu pertahanan saluran cerna serta membantu proses pencernaan. Mikroba baik ini penting untuk mencegah berkembangnya mikroba jahat yang dapat menimbulkan masalah saluran cerna pada anak seperti muntah, diare, dan kembung. Probiotik secara alami dapat diperoleh dari susu probiotik atau produk turunan susu seperti yogurt.

Prebiotik merupakan makanan untuk probiotik yang umumnya diperoleh dari tumbuhan. Prebiotik penting agar probiotik dapat berkembang dengan baik pada saluran cerna anak.

Kombinasi prebiotik dan probiotik disebut dengan sinbiotik.

hubungan saluran cerna dan otak

Hubungan saluran cerna dengan otak

Saluran cerna disebut juga sebagai otak kedua pada anak karena pertumbuhan otak anak sangat tergantung pada kesehatan saluran cerna. Saluran cerna yang sehat menunjang penyerapan nutrisi yang optimal sehingga pertumbuhan otak anak akan optimal. Otak dan saluran cerna pada anak juga saling memberikan respon dan umpan balik satu sama lain. Salah satu faktor yang penting terhadap kesehatan saluran cerna anak adalah mikrobiota dalam saluran cerna itu sendiri seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

  1. Saluran cerna disebut juga otak ke-2 pada anak karena pertumbuhan otak anak sangat tergantung pada kesehatan saluran cerna.
  2. Saluran cerna yang sehat menunjang penyerapan nutrisi yang optimal sehingga pertumbuhan otak anak akan optimal.
  3. Otak dan saluran cerna pada anak juga saling memberikan respons dan umpan balik satu sama lain.

Mengapa daya tahan tubuh sangat penting untuk si Kecil?

Daya tahan tubuh si Kecil yang baik akan membuat si Kecil jarang sakit. Dengan demikian, pertumbuhan si Kecil juga akan baik, sesuai dengan kurva pertumbuhan. Pertumbuhan yang baik disertai dengan stimulasi yang optimal tentunya juga akan membuat perkembangan si Kecil optimal. Jadi, penting sekali menjaga daya tahan tubuh si Kecil.

Pentingnya daya tahan tubuh untuk menunjang tumbuh kembang si kecil:

  1. Daya tahan tubuh baik, anak jarang sakit.
  2. Pertumbuhan optimal.
  3. Stimulasi optimal, perkembangan baik.

Rangkuman Tanya Jawab dengan Dokter

1. Bagaimana menjaga daya tahan tubuh anak di musim pancaroba seperti sekarang?

Memang banyak penyakit yang muncul saat pergantian musim yang kerap menyerang anak antara lain, infeksi saluran napas, infeksi saluran cerna, dan demam berdarah. Gejala yang terjadi mulai dari demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sesak napas, muntah, diare, sakit perut, dan bercak kemerahan pada kulit.

Beberapa langkah yang dapat lakukan untuk menjaga daya tahan tubuh si kecil, seperti:

  • Memberikan nutrisi yang seimbang, yaitu makanan bergizi mengandung makronutrien dan mikronutrien, maupun probiotik dan prebiotik.
  • Pastikan kualitas dan kuantitas tidur si kecil terjaga dan cukup.
  • Menjaga si kecil tetap aktif karena dapat meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh anak, serta membantu tumbuh kembangnya.
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan merupakan langkah yang penting untuk menjaga kesehatan, khususnya di musim pancaroba.
  • Ventilasi rumah harus dijaga baik agar sinar matahari masuk ke dalam rumah. Anak-anak membutuhkan vitamin D untuk menjaga imunitas tubuhnya.

2. Apakah bayi membutuhkan suplemen vitamin tambahan untuk menjaga daya tahan tubuhnya di pergantian musim saat ini? Seberapa efektif vitamin tersebut dan apakah perlu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu?

Pada prinsipnya suplementasi vitamin dan mineral digunakan untuk mencukupi kebutuhan harian si Kecil. Sebelum memberikan suplemen vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh si Kecil, Mama harus memastikan apakah kebutuhan vitamin dan mineral sudah terpenuhi dari makanan utama dan selingan. Bila iya, maka tidak perlu lagi mengonsumsi suplementasi vitamin dan mineral.

Pemberian suplemen atau multivitamin untuk si Kecil perlu dikonsultasikan dengan dokter. Hal ini penting untuk mengevaluasi gizi si Kecil dan biasanya hanya direkomendasikan apabila ada risiko defisiensi mikronutrien.

3. Apakah ada ciri khusus apabila daya tahan tubuh si Kecil mulai menurun? Dan pertolongan pertama apa yang harus dilakukan oleh orang tua pada si Kecil?

Ciri-ciri daya tahan tubuh si kecil mulai menurun memiliki manifestasi yang berbeda pada setiap anak, namun umumnya bercirikan si Kecil yang biasanya sangat aktif menjadi lebih lesu atau mudah lelah. Tubuh anak menjadi lebih cepat lelah karena sedang melawan virus atau bakteri yang ada dalam tubuhnya. Si Kecil menjadi tidak nyaman dan mungkin lemas sepanjang hari. Hal ini juga dapat memicu demam. Demam merupakan rekasi alami tubuh dalam melawan virus. Lalu si Kecil memiliki masalah pencernaan. Hal ini bisa terjadi karena kurang optimalnya mikroorganisme dalam usus bekerja untuk melindungi tubuh dari infeksi.

Pertolongan pertama yang bisa Mama berikan adalah:

  • memberikan asupan gizi seimbang,
  • mencukupi durasi tidurnya (si kecil usia 0-12 dianjurkan memiliki jam tidur 14-16 jam), serta
  • melakukan vaksinasi sesuai anjuran dokter.

4. Saya seorang ibu menyusui, nutrisi apa saja yang dapat saya konsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi saya melalui ASI? Mengingat di pergantian musim ini si kecil rentan terkena penyakit.

Mama dapat meningkatkan kekebalan tubuh si kecil melalui ASI dengan mengonsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah yang mengandung vitamin C. Sayuran hijau memiliki kandungan vitamin A yang berperan penting untuk melindungi tubuhnya dari infeksi, kacang-kacangan mengandung zat besi yang dapat mengoptimalkan pertumbuhan otak si kecil serta bermanfaat untuk menjaga kesehatan pencernaan lho.

Apabila kebutuhan vitamin C Mama terpenuhi dengan baik, si Kecil pun bisa merasakan manfaatnya melalui ASI yang didapatkan. Mengonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin C dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu proses pemulihan setelah sakit.

5. Bagaimana cara untuk meningkatkan imunitas tubuh terutama untuk bayi 2 bulan di musim hujan seperti ini dan sedang dalam masa pandemi agar tetap sehat dan agar tidak terkena flu ? Apakah penggunaan oil-oil dapat berpengaruh untuk meningkatkan imun tubuh ? Lalu jika si bayi terkena flu langkah apa yang harus kami lakukan? Karena jika ingin menjemur bayi nampaknya saat ini sangat sulit mendapatkan sinar matahari pagi.

Untuk meningkatkan imunitas tubuh bayi, ASI merupakan nutrisi terbaik bagi si Kecil karena kandungan nutrisinya sangat lengkap dan mudah dicerna oleh bayi. Pemberian ASI juga akan membuat daya tahan tubuhnya optimal. Untuk beberapa minyak esensial oil memang memiliki sifat antimikroba untuk kekebalan dan berguna dalam membatu tubuh kita melawan berbagai macam bakteri, virus maupun jamur. Namun, bukan menjadi sumber utamanya. Jadi tetap nutrisi yang tepat diberikan kepada si Kecil yang akan menentukan daya tahan tubuhnya optimal.

Jika si kecil flu, Mama tidak perlu khawatir karena pada dasarnya infeksi virus influenza yang menyebabkan si Kecil flu dapat membaik dengan sendirinya dalam waktu kurang lebih 5-7 hari. Jadi obat flu bayi tidak selalu diperlukan. Jika si kecil dirasa flu berat dan tidak membaik flunya, disarankan untuk segera konsultasi dengan dokter.

Beberapa langkah yang bisa mama lakukan adalah:

  • membuat si Kecil nyaman dan tetap terpenuhi nutrisinya,
  • menjaga kebersihan dan kualitas udara di rumah, dan
  • bisa juga membuat kamar uap hangat. Misalnya dengan menempatkan air hangat di dalam bak atau menghidupkan pancuran air panas di kamar mandi agar si kecil bisa menghirup uap hangat yang mengisi ruangan

6. Anak pertama masih belum punya pengalaman apa-apa. Kemungkinan kondisi apa yang dialami baby ketika pergantian musim? Selain mungkin pilek ketika musim hujan. Dan apa saja yang perlu ortu persiapkan supaya baby tidak sampai turun daya tahan tubuhnya?

Sangat umum ya fakta bahwa ketika sedang pergantian musim maka si Kecil jadi lebih mudah sakit. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satu contohnya adalah air hujan yang dapat membawa virus dari udara. Selain itu udara cenderung menjadi lebih lembab yang menyebabkan kuman tumbuh dengan cepat. Untuk meningkatkan daya tahan tubuh new born, hal sederhana yang dapat mama lakukan adalah memberikan ASI. ASI memiliki kandungan nutrisi terlengkap dan mudah dicerna si kecil serta dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung antibodi, sel imun, serta pre dan prebiotik.

7. Bagaimana agar bayi memiliki imun yang kuat selain dari ASI? Karena anak saya sudah mulai MPASI.

Untuk mendukung daya tahan tubuh si Kecil dan setelah 6 bulan ASI eksklusif memang salah satu tahap pentingnya adalah memberikan nutrisi yang tepat saat MPASI seperti menu yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, prebiotik, probiotik, seperti yang saya jelaskan di materi kulwap hari ini. Berikut salah satu panduan MPASI yang bisa mama ikuti:

tabel pedoman mpasi

8. Bagaimana langkah awal penanganan orangtua ketika anak diare di saat pergantian musim?

Untuk diare yang disebabkan oleh infeksi virus sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari sehingga Mama tidak perlu khawatir berlebihan. Akan tetapi, Mama harus pastikan si Kecil perlu mendapatkan asupan cairan dan makanan yang cukup selama ia diare karena cairan tubuh bayi banyak terbuang saat diare atau muntah. Jika asupan cairan dan makanannya tidak cukup, bayi rentan mengalami dehidrasi. Optimalkan pemberian ASI pada si kecil karena ASI mengandung pembentuk kekebalan tubuh yang dapat membantu Si Kecil melawan infeksi. Namun perlu diingat, saat si Kecil diare berikan ASI sedikit-sedikit tapi sering, untuk mencegahnya mengalami mual dan muntah.

Selain itu, jika si kecil sudah bisa mengonsumsi asupan selain ASI berikan asupan nutrisi yang mengandung probiotik karena probiotik merupakan mikroba, baik bakteri ataupun jamur yang dapat membantu pertahanan saluran cerna serta membantu proses pencernaan. Mikroba baik ini penting untuk mencegah berkembangnya mikroba jahat yang dapat menimbulkan masalah saluran cerna pada anak seperti muntah, diare, dan kembung.

9. Di saat pergantian musim begini ditambah lagi dalam keadaan pandemi, adakah nutrisi selain dari menu lengkap yang harus ditingkatkan agar imunitas tubuh anak tetap terjaga?

Untuk anak usia 0-12 bulan ASI tetap menjadi nutrisi terbaik bagi si Kecil untuk memperkuat daya tahan tubuhnya. Ketika si Kecil sudah bisa mengonsumsi nutrisi selain dari ASI, komponen nutrisi pada makanan yang dikonsumsi menjadi penting. Selain dari asupan nutrisi yang tepat, hal penting yang harus Mama lakukan saat pergantian musim yang tidak menentu ini ialah:

  • menjaga kebersihan,
  • pastikan tidur si kecil cukup, dan
  • tetap usahakan berjemur di pagi hari, selain itu
  • pastikan juga daya tahan tubuh Mama juga kuat agar tetap memberikan yang terbaik untuk si Kecil.

10. Saat pergantian musim seperti ini rentan mengalami flu ditambah kondisi pandemi, apabila anak sedang dan ternyata mengalami flu, bagaimana sebagai orangtua bersikap karena takut untuk mengajak si Kecil ke rumah sakit ?

Pada saat pandemi seperti ini pastinya kekhawatiran dalam membawa anak ke rumah sakit lebih tinggi. Maka jika keadaannya tidak mendesak disarankan untuk tidak ke rumah sakit. Tetapi jika memang keadaan yang mendesak, Mama harus menyiapkan protokol kesehatan untuk Mama dan si Kecil seperti masker, hand sanitizer, menjaga jarak dengan orang di sekitar rumah sakit. Dan sangat disarankan ketika Mama dan si Kecil sudah sampai rumah pastinya harus mandi untuk menghindari virus yang ada di luar rumah, juga menjaga asupan nutrisi untuk si Kecil agar sistem imunnya tidak menurun.

 

Related Posts:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *