Rumah di Tanah Kelahiranku (part 2)

Tiga hari yang lalu saya sempat posting foto-foto yang diambil oleh adikku Johan di sini. Nah.. ini ada tambahan lagi dari adikku Wiwid yang baru diambil 2 hari yang lalu. Maksud dipostingnya foto-foto ini bukan untuk minta belas kasihan lho ya… tapi hanya sebagai pengingat sejarah ketika gunung Merapi tercinta meletus pada tahun 2010 ini.

halaman depan rumah kami yang tertutup debu dan pasir

ikan-ikan bapak di kolam pada mati

teras depan dan pohon jambu juga tertutup debu
suasana samping rumah
jalan masuk kampung dari arah Kali Pawon

Sedangkan foto yang satu ini adalah foto jalan pertigaan Pakem yang ada traffic light-nya. Dimana kalo belok ke kiri berarti ke arah Kaliurang, sedangkan bila lurus berarti ke arah Cangkringan. Pakem benar-benar seperti kota mati. Padahal sebelumnya di ujung sana itu (pas di ujung pertigaan itu) ada posko utama untuk wilayah Pakem dan Cangkringan. Sekarang semuanya sudah harus pindah ke lokasi yang baru πŸ™

pertigaan Pakem kalo lurus ke Cangkringan ke kiri arah Kaliurang
85 Views

Author: Wiwin Pratiwanggini

Ibu dari 2 anak laki-laki (Satria & Dimas). Tinggal di Yogyakarta. Suka jalan-jalan. Suka membaca. Suka menulis. Ngeblog untuk berbagi cerita, berbagi pengalaman, serta berbagi informasi. Bisa dikontak di wiwin_pratiw@yahoo.com (email) atau 08156852076 (WA), insyaallah fast response.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *