Ngobrol Seru tentang Blog dan Buku di grup Berani Ngeblog

blog dan buku

Hari Senin 14 Desember 2020 jam 20:00 WIB selama satu jam penuh saya mendapat kesempatan untuk sharing di grup WhatsApp yang digawangi oleh Indriyas Wahyuni. Waktu diminta menjadi pengisi sharing saya tidak tahu mau ngomongin apa. Setelah diskusi kecil-kecilan kami berdua, akhirnya mba Indri meminta saya untuk berbagi cerita tentang blog dan buku. Maklumlah akhir-akhir ini isi akun socmed saya memang seputar buku dan blog, karena pengin ngomongin yang lain takut kena pasal UU ITE, hehehe…

Sesi Kenalan

Betewe, kenapa sih blog dan buku? Sabar yaaa… Sebelum masuk ke inti cerita, saya berkenalan dulu dengan semua member grup. Saya yakin dari ratusan member di grup tersebut pasti banyak yang belum saya kenal apalagi mengenal saya. Tak kenal maka tak sayang… Begitu ‘kan ya..?

Sekilas tentang saya bisa dibaca di page About Me di blog saya pratiwanggini.net ini. Awalnya saya adalah ibu rumah tangga dan ibu bekerja (full-time working mom). Di tahun 2007-an saya mulai serius ngeblog karena sekalian “menggarap” bisnis online yang saya tekuni. Blog pratiwanggini.net selama 10 tahun hanya menjadi bayang-bayang (semacam doorway) untuk blog bisnis pratiwanggini.com.

Baru deh di akhir tahun 2016, perdana dapat undangan eventnya Go-Jek saya mulai menjadi freelance blogger yang turun ke lapangan. Entah awalnya gimana kemudian saya gabung dengan beberapa komunitas blogger. Selanjutnya satu demi satu job-job bermunculan. Meliput event-event, mereview produk-produk, terima content placement, terima titipan banner, dan lain-lain, juga kadang-kadang menjadi influencer/buzzer di socmed.

Itu saya jalani overlap dengan bisnis online saya hingga pertengahan 2020 kemarin. Bulan Juni 2020 saya officially melepaskan bisnis online yang saya bangun sejak 19 April 2007. Saya memilih fokus sebagai ibu rumah tangga dan ibu bekerja, sebagai penyeimbangnya saya fokus ke blog pratiwanggini dot net.

Lalu apa hubungannya dengan buku?

Saya menulis untuk buku pertama kalinya di pertengahan 2018. Buku antologi Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu yang merupakan proyeknya Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Waktu itu saya belum paham dengan artikel untuk antologi, namun demikian alhamdulillah tulisan saya lulus audisi. Buku ini terbit pada Februari 2019. Setelah itu saya vakum lama banget (hampir 1 tahun) karena memang enggak melihat ada proyek-proyek nulis di depan mata saya.

Barulah di awal tahun 2020, ada proyek nulis dari Joeragan Artikel. Saya langsung ikut dua proyek yaitu antologi Gado-Gado Blogger (mulainya Januari 2020 – terbitnya Agustus 2020) dan antologi Pelangi Kehidupan (mulainya Februari 2020 – terbitnya Juli 2020).

Sejak itu satu per satu proyek-proyek menulis antologi berseliweran muncul di depan mata saya lewat social media. Satu per satu juga saya ikuti jika saya paham dengan themanya. Sampai saat ini sudah ada total 7 buku yang terbit, dalam artian sudah ada buku fisiknya. Dan masih ada 10 buku lagi yang masih on going. Semoga akhir tahun ini saya bisa menggenapi 10 buku terbit.

buku antologi wiwin pratiwanggini

Tujuh buku antologi saya dan kawan-kawan yang sudah terbit hingga hari ini.

Ngeblog ‘kan sudah asyik dan menghasilkan? Kenapa masih mau nulis buku?

Hmmm… penasaran ‘kan?

Dulu pertama kali memulai blog WordPress self-hosted, saya belajarnya dari buku. Karena cari referensi di internet malah bikin saya pusing. Pusing karena ibaratnya saya ini seorang murid, trus dilayani oleh banyak banget guru-guru dalam satu waktu. Mabuk gak tu?

Karena itu saya memilih belajar dari satu buku. Buku itu judulnya “Panduan Praktis Bikin Blog Dengan WordPress Untuk Pemula” ditulis oleh Fany Ariasari. Udah belasan tahun buku ini dipinjam teman, enggak kembali sampai hari ini, sementara teman saya itu enggak bikin-bikin blog juga sampai sekarang. 😀

Nah, buku Fany ini menginspirasi saya untuk bisa punya buku dari artikel-artikel yang ada di blog saya. Oooo… ternyata blogger bisa bikin buku juga ya… Begitu yang kemudian terekam di memory saya. Intinya, saya pengin suatu hari nanti membukukan artikel-artikel dari blog saya. Begitu… Anggap aja saya punya mimpi (bukan sedang bermimpi) 🙂

Alhamdulillah, jalan saya mulai terbuka lewat antologi Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu dan Gado-Gado Blogger. Melalui dua buku ini yang fokus pada dunia blog, beserta buku-buku saya yang lain, adalah sarana saya untuk belajar. Belajar banyak-banyak menulis. Memperbanyak jam terbang.

Jujur aja, saat ini saya belum pede bikin buku solo. Jadi lebih baik saya banyak belajar dulu sambil menambah jaringan pertemanan.

At last but not least, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia saya, saya ingin banget menikmati hidup. Karena itu saya memutuskan untuk fokus jadi ibu rumah tangga dan ibu bekerja (full time working mom). Sebagai balancers-nya saya menekuni dunia blog dan dunia buku.

Karena sekarang sudah bukan masanya lagi saya ngutak-atik blog, maka saya alihkan energi saya untuk banyak-banyak menulis. Sebagian untuk blog, sebagian untuk buku.

wordpress untuk pemula

Buku panduan saya saat men-setting blog ini menjadi blog dengan platform WordPress self-hosted.

Sesi Tanya Jawab

Sharing session enggak sukses dan enggak seru kalo tidak berlanjut dengan tanya jawab. Nah, berikut ini beberapa pertanyaan yang diajukan oleh member grup beserta jawaban yang saya berikan.

Pertanyaan ke-1 oleh Indriyas Wahyuni:
Kalau boleh tahu dulu bisnis online apa, mbak?

Saya:
Bisnis jaringan atau bahasa awamnya em.el.em yang kami jalankan 90% secara online.

Pertanyaan ke-2 oleh Andina Sunglowmama:
Wah lama juga mba bisnis online dari 2007. Bagaimana prosesnya mba memantapkan ke nulis?

Saya:
Waktu menjalankan bisnis pun saya modalnya menulis. Saya share tentang bisnis dan produk ke dalam blog bisnis saya. Jadi memang sejak dulu saya udah hobi menulis.

Pertanyaan ke-3 oleh Dedi Rainer:
Saya ‘kan bikin blog untuk nyari duit ya, mbak Win. Kalau mau ikutan misalnya bikin buku antologi gitu yang di share apa ya? Apa pengalaman ngeblog, tips trik atau gimana?

Saya:
Waktu bikin yang pertama (NSAII) itu isinya pengalaman ngeblog. Mulai dari alasan ngeblog hingga pengalaman dapat duit dari blog. Trus antologi saya yang kedua (GGB) itu bentuknya rewrite beberapa artikel yang pernah diposting di blog penulis.

Pertanyaan ke-4 dari Ken Utari:
1. Apa hal yang membuat mbak selalu termotivasi untuk ngeblog?
2. Caranya biar konsisten gimana sih Mbak, penyemangat buat diri sendiri gitu

Saya:
Saya selalu termotivasi ngeblog karena:
1. Hobi saya nulis tersalurkan lewat blog. Penginnya setiap ada ide langsung bikin draft untuk blog, tapi seringkali tangan ini tak sampai.
2. Udah ngerasain dapat duit dari blog. Domain dan hosting saya udah dibiayai sendiri oleh blog jadi saya ga perlu menyisihkan gaji lagi.
3. Rasanya bahagia tak terkira saat tulisan di blog saya bisa bantu orang lain.
Sepertinya 3 item itu juga menjawab pertanyaan kedua ya…
Dari termotivasi timbullah semangat untuk konsisten.

Pertanyaan ke-5 dari RatuSYA:
1. Untuk antologi ‘kan menulis cerita, emang udah bakat piawai nulis cerita atau ada media lain untuk melatih untuk bercerita selain blog.
2. Kalau buku antologi dan lalu diterbitkan berarti ada royalti ya? Berarti belah rata ya royaltinya karena ada banyak penulis?
3. Apakah buku antologinya juga dijual via ebook atau hanya fisik mbak?

Saya:
1. Selama ini saya hanya menulis di blog. Di tempat lain gak pernah. Di luar itu, saya suka baca buku. Terutama buku-buku biografi atau kisah sukses. Mungkin saya dapat ilmu dari situ…
2. Untuk antologi yang saya ikuti enggak ada sistem royalti. Buku-bukunya dibikin berdasarkan pesanan. Kalo penulis mau dapat duit banyak ya harus bisa jual sebanyak-banyaknya. Manfaatkan periode PO (pre order) dengan promo. Dari situ penulis akan dapat keuntungan dari selisih harga jual dengan harga penulis.
3. Proyek-proyek yang saya ikuti masih sebatas buku fisik. Namun ada juga koq yang bikin proyek antologi dalam bentuk ebook.

Pertanyaan ke-6 dari Indriyas Wahyuni:
Dengan adanya YouTube dan banyak blogger yang mulai beralih, menurut mba Win bagaimana?

Saya:
Gapapa sih, mungkin pengin nyoba kreativitas lain, atau di YT lebih cepet dapat untung. Tapi menurut saya blog gak akan ada matinya. Setiap media ada pangsa pasarnya masing-masing.

Pertanyaan ke-7 dari Gitasarah:
Kalo pengen ikut nulis buku antologi gitu syaratnya apa ya, mba? Ada kelas khususnyakah?

Saya:
Di social media khususnya Facebook, banyak yang nyari penulis untuk antologi. Biasanya itu gratis. Cuma keluar duit untuk beli minimal 2 buku (tergantung aturan masing-masing PJ / penanggung jawab).
Untuk kelas khusus bikin antologi, ada. Nama kelasnya Bukuin Aja. Mentornya Indari Mastuti, owner Indscript.

Pertanyaan ke-8 dari Ren:
Antologi itu apa ya?

Saya:
Antologi itu buku dengan tema tertentu yang isinya ditulis oleh beberapa orang penulis.

Pertanyaan ke-9 dari Indriyas Wahyuni:
Jual buku antologi via apa/mana, mbak?

Saya:
Saya hanya pake medsos dan WA. Saya dulu jualan bukunya Billionaire Store jadi udah biasa jualan buku PO 😀

Pertanyaan ke-10 dari Dedi Rainer:
Next kedepan planningnya mau gimana mbak dengan blognya?

Saya:
Blog saya insyaallah akan jalan terus selama hayat masih dikandung badan 🙂

Yesss, waktu sudah menunjukkan jam 21:00 WIB dan sharing session saya akhiri. Alhamdulillah beberapa teman ada yang mendapatkan insight baru dari sharing saya ini. Pengalaman sederhana saja yang mungkin memberikan inspirasi bagi orang lain ya…

Buat saya buku dan blog itu tidak bisa dipisahkan. Keduanya memiliki pangsa pasarnya masing-masing. Itu yang membuat saya memilih untuk melakukan keduanya: ngeblog dan menulis buku. Semoga sharing saya ini juga bermanfaat buat temen-temen yang berkunjung ke blog ini 🙂

kisah inspiratif blogger

Koleksi pribadi

Sebagai penutup, ini saya share kisah-kisah inspiratif blogger (kebetulan perempuan semua) yang dikemas dalam buku antologi yang mungkin masih bisa teman-teman dapatkan bukunya, semoga bermanfaat:

  1. Secangkir Kopi untuk Bloger Jangan Berhenti Menulis (antologi blogger Kumpulan Emak Blogger)
  2. Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu (Antologi Blogging Komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis)
  3. Gado-Gado Blogger (antologi blogger Joeragan Artikel)
  4. Indonesian Female Blogger kumpulan kisah inspiratif bloger perempuan Indonesia (Dandellion Publisher)

Apakah teman-teman sudah memiliki salah satunya?

 

Related Posts:

83 thoughts on “Ngobrol Seru tentang Blog dan Buku di grup Berani Ngeblog”

  1. MasyaAllah bukunya sudah banyak ya Mba. Semoga terus menebar kebaikan dan ilmu dari tulisan tulisannya ya Mba, alhamdulillah saya juga salah satu member Berani Ngeblog. Suka banget bisa dbergabung di situ.

  2. Ayooo…semangat bikin buku solo. Sensasi kepuasannya beda dengan buku antologi. Buku solo juga kan banyak macamnya. Kalau napas kurang panjang, bisa yang berbentuk butiran (kumpulan tulisan) dalam satu benang merah 🙂

  3. Alhamdulillah, ternyata kita ternyata banyak bebarengan di wadah yg berbeda. Di grup ngeblog, sewadah di beberapa grup ngeblog. Nah, antologi juga sebuku nih.
    Ayo, lanjut ke buku solo Mbak…

  4. Selamat mbak. Semoga abis ini bisa genap 10 bukunya. Abis itu lanjut solo deh. Saya juga punya impian pingin tetap nulis buku dan ngeblog sampai tua. Buat saya menulis adalah pekerjaan yg gak ada umur pensiunnya

  5. Maasya Allah keren deh Mbak dari blog bisa nulis buku. Nulis buku tuh cita-cita saya dari zaman sekolah sampai sekarang belum terlaksana, hehe. Tapi seenggaknya sekarang saya udah bisa nulis di blog. Sukses terus ya Mbak, semoga bisa menghasilkan karya lagi

  6. Wah keren ya sudah jadi pembicara. Saya belum pernah sama sekali nih. Sungkem dulu sama Mba Wiwin deh.

    Saya belum berani untuk menulis buku. Sepertinya harus banyak belajar sama Mba Wiwin. Sungkem lagi deh….

    Rata-rata penulis buku itu emak-emak hebat ya, keren dan salut deh.

  7. Saya juga sempat kepikiran buat buku, tapi itu dia kadang semangat diawal saja, terus mentok deh. Saya kepikiran setelah baca ini bagusnya ikutan antologi saja kali ya, biar semangat rekan-rekan bisa ketularan ke saya juga. Syukur-syukur nantinya bisa buat buku sendiri seperti mbak. Btw, semoga sukses ya mbak

  8. exited bgt kmren dengerin sharingnya mbak, bener2 roduktif meski byk aktivitas dirumah, udah punya byk buku juga mbak nya, moga aku bisa ngikutin semnagatnya ya alloh

  9. Keren banget Mba Wiwin, udah senior banget ngeblognya. Belajar bikin blognya juga dari buku manual. Insya Allah sharing ilmunya kemarin bermanfaat banget ya mba. Semoga semakin banyak bloger baru bermunculan setelah ‘diracuni’ Mba Wiwin. Ehehe

  10. Saya lihat info ajakan menulisnya 2 thn lalu Mbak, di FBG IIDN, tp kok ya gak sempet nyetor tulisan waktu itu lg sibuk apa gitu. Padahal kabarnya bukunya habis terjual dan banyak yang order ya Mbak… wah mau dong saya buku panduan WordPress nya mbak

  11. halo salam kenal mba,
    wah ternyata mba lebih senior dari saya baik di dunia blog maupun menulis di buku. saya perlu banyak belajar nih dari mba. emang seru dan menyenangkan ya bisa melakukan hobi dan mendapat banyak manfaat dari nya. selain tentu saja rupiah, teman dan juga rasa bahagia bisa berbagi.

  12. Hallo kak pratiwanggini alhamdulillah sudah banyak karyanya ya…keren kakak sudah buat buku dan semoga bisa bermanfaat ya kak untuk yg lainnya. Btw sy sendiri blm ngerti bikin2 buku dan termasuk karya antalogi ? suka tulisan kk di atas sudah kubaca ?

  13. Inspiratif banget, Mbak Win. Dari blog ke buku bikin saya teringat sama Raditya Dika dan pakde Cholik yang bukunya udah belasan, buku karya sendiri. IIDN memang luar biasa, terus menyemangati buibu buat berkarya lwat tulisan. Semoga sharing bermanfaat ini terus terjaga ya Mbak, lewat buku atau blog yang bisa menghasilkan. Salam literasi!

  14. Arif R (ardintoro.com)

    Wah terimakasih Mbak sudah berbagi Pengalaman, kemaren sempat libur nulis beberapa bulan karena nggak bergairah, Alhamdullilah sekarang mulai lagi ke Perblogkan.

  15. Menarik sekali Mbak, saya pun juga menulis buku di samping mengelola blog, alhamdulillah sudah terbit 1 buku solo, rencananya mau nulis dan nerbitkan buku lagi di tahun 2021. Menulis buku dengan menulis blog tantangan dan keseruannya berbeda. Kalau disuruh milih satu di antara keduanya, saya akan bilang : kenapa tidak keduanya saja? Toh, sama-sama menulis.

  16. Masha Allah, banyak banget Mba bukunya, saya baru sekali nih yang ngeblog itu, sekali lagi yang parenting.
    Agak butuh effort lebih sih buat saya kalau nulis buku, beda dengan ngeblog, karena ngeblog kan suka-suka hihihi.

    Kalau buku tuh wajib banget yang bagus dan manfaat, kudu lebih jelas arahnya, bagus sih melatih kepenulisan kita, cuman waktunya belum bisa fokus sayanya 🙂

  17. Setujui mba. Akupun slalu yakin blog g akan kehilangan peminatnya . Trutma utk orang2 yg LBH suka membaca daripada nonton YouTube. Aku termasuk yg ga tertarik main dj yt Krn tau itu bukan bidangku, bukan favoritku juga utk bicara depan kamera. Aku LBH nyaman membaca, dan menulis di blog. Jd sampai kapanpun, blogku ga akan prnh aku tinggalin sih

  18. Menulis di blog dan di buku tingkat kepuasannya beda ya mbak, btw mbak keren udah nerbitin buku solo, kalo aq baru buku antologi aja nih ? siap nimba ilmu dari mbaknya

  19. lengkap sekali ulasannya mbak.. bersyukur saya yang waktu itu ketinggalan sesi akhirnya bisa membaca disini. Tetap semangat berkarya mba Wiwin,,, kisahnya inspiratif untuk saya, jadi pemicu semangat saya tetap ngeblog selama hayat dikandung badan ( hehehe.. copas semangatnya boleh yaa.. )

  20. keren banget dan aku salut banyak yang dari ngeblog bisa jadi penulis. Teman-teman di komunitas yang aku masukin juga sudah menelurkan banyak buku dan aku cuma bisa nonton. hahaha. Tetap menginspirasi mba

  21. Akutu kalau lihat seorang Ibu bisa sangat produktif nulis dan seimbang dengan kesibukannya di rumah, takjub banget. Padahal aku yg lajang ini masih males2 dan doyan rebahan huhu. Semoga nanti pas udah nikah, tetep fokus juga diriku ini sebagai blogger. Maklum baru tiga bulan TLD dan sekali doang nerbitin antologi, hehe

  22. Wah hampir sama nih denganku. Ibu bekerja yang jalanin bisnis online. Aku mundur dari bisnis tahun lalu dan mau fokus menulis. Alhamdulillah tahun ini sudah terbit 1 buku solo dan 5 antologi. Tapi blogku masih suka bau debu nih. Sungkem dulu sama suhu?

  23. Mantap ini mba sharing tentang dunia kepenulisan. Dulu saya mulai ngeblog ketika masih jadi pekerja kantoran. Menulis beneran membuat hidup kita ‘full’, ga sekadar kerja dari jam 8 mpe jam 5. Menikmati banget setiap menulis gitu ya mba, meskipun bentuknya hanya artikel pendek.

  24. Hebat mba buku antologinya udah banyak dan ternyata kita pernah satu antologi bareng yaitu buku ngeblog seru ala ibu-ibu. Emang mba seneng nulis ya ?. Kalau aku baru 4 nih buku antologinya dan belum pengen lagi. Lagi pengen fokus ngeblog hihihi ?. Semangat mba untuk nulisnya ya ?. Berkah

  25. Halo mbak wit, aku punya buku antologi mbak yang ngeblog seru ala ibu2..aku juga ternotivasi setelah baca kisah ibu2 di sana dan tahun ini baru lebih serius ngeblog. terima kasih mbak sudah berbagi semoga berkah selalu

  26. Mbak wiwin aku sudah punya lo 2 bukunya yang mbak wiwin jadi kontributor didalamnya. Ngeblog seru ala Ibu-Ibu dan Indonesia Female Blogger. Untuk Ngeblog Seru Ala Ibu-Ibu itu sebagai kitab ngeblog ku, iya karean apa yang aku tanyakan, hampir semua jawaban ada disitu, pokoknya buka aja dikitab itu pasti ketemu, ini menjadi salah satu buku ngeblog favoritku. Kalau yang Indonesian Female Blogger isinya juga keren, inspiratif, tapi memang kekurangannya ada pada tulisannya ya mbak win, tulisannya agak kurang jelas, dan kecil, bikin sakit kalau dibaca terlalu lama. Kemarin saya sudah memberikan kritikan itu kepada Ketua IIDN, dan ditanggapi dengan responsif penerbitnya. Ditunggu karya-karya berikutnya ya mbak win

  27. Blogger dan penulis buku memang dua hal yang bisa berjalan beriringan. Bahkan Raditya Dika aja nulis buku memulainya dari blog kan?

    Aku juga mulai ikut antologi barengan dengan awal ngeblog. Seneng sih ya mbak bisa produktif dari hal yang kita sukai.

  28. Melakukan hal yang kita sukai sekaligus dapat cuan dan ilmu baru darinya menyenangkan sekali ya. Seperti yang sudah Mbak lakukan. Selamat berkarya, Mbak 🙂 Saya setuju juga dengan kata-kata Mbak, blog dan buku dua hal yang berjalan beriringan. Mediumnya memang berbeda. Cara penulisan di blog dan buku juga memang berbeda. Tapi keduanya bisa berjalan seiring. Bahkan dari blog bisa melahirkan buku.

  29. Aih seru banget ya bikin buku keroyokan gini. Aku juga ada keinginan untuk punya buku gitu tapi bingung juga ya mulainya gimana dan cocoknya bikin buku apa

  30. senang ya kalau obrolan kita di blog dijadiin buku. kesan pertama begitu menggoda. selanjutnya jadi makin produktif nulis deh.semangat buk ibu…

  31. Saya malah lebih berani untuk menerbitkan buku solo saya ketimbang antologi. Karena buat saya, buku solo adalah bukti konsisten saya dalam mengerjakan sesuatu.
    Perasaan kepuasan itu ada.

    Kalau buku antologi kan buku yang di dalamnya terdapat banyak penulis lain. Menulisnya pun gak sepanjang buku solo.

  32. Kalau udah ngobrol soal blog pasti seru banget, bisa panjang buat membahasnya, karena perintilan blog itu banyak. Makanya asik bila disambilkan diterbitkan dalam buku juga ya. Lanjutkan terus ya mbak

  33. Blog dan buku sama² seru ya Mbak.. Dan sampai saat ini saya tetap yakin kl semua tulisan kita itu akan bertemu dg takdir pembacanya. Jd ya tetep aja produktif, terus menulis!

  34. Senang sekali, kak…membacanya aku ikutan merasa berbunga-bunga.
    Ketika sebuah hobi dan passion lalu diwujudkan melalui karya nyata. Menerbitkan buku.
    Semoga tahun-tahun berikutnya, semakin banyak karya yang dihasilkan lagi dan semakin menginspirasi para Ibu di seluruh Indonesia.

  35. Ternyata temennya punya penyakit pinjam buku gak dibalikin juga ya mbak. Dan sangat disayangkan juga udah pinjem gak balik, bukunya kurang manfaat. Karena sampai hari ini dia gak bikin blog juga.

  36. Selain konsisten nulis di blog juga nulis buku juga. Keren mba, bisa memanfaatkan waktu untuk produktif.
    Aku setuju, blog ini yang udah membawaku sampai ke titik ini, belum kepikiran mau beralih ke platform yang lagi tren.
    Menurutku blog ngga akan pernah bisa tergantikan dengan nonton video atau berupa gambar. Aku lebih suka baca blog, ketimbang nonton orang ngobrol lama. Kalo nonton video orang ngomong kan gak bisa di skip ke poin yang akan dituju. Capek juga dengerinnya, mending baca tulisan di blog.

  37. Wah seru banget nih ngobrolin buku dan blog. Keduanya buatku gak bisa dipisahkan deh. Aku sendiri kenal blog setelah nulis buku. Dan sekarang malah lupa nulis bukunya. Keasyikan berenang di dunia blog. Huhuhu… baca-baca semuanya bikin jadi kangen nulis buku lagi.

  38. Wah seru banget ya bisa nerbitin buku tentang blog. Rencana saya juga pengen nulis buku kedepan. Btw, saya malah sering baca artikel ketimbang buku. Apakah blogger lain juga seperti itu?

  39. Btw juga udah ngeblog dari 2007. Dan baru mulai berpenghasilan pada 2017. Lama banget ya. 2008 saya baru belajar bikin blog.

    1. Menginspirasi banget mba, pastinya akan menambah wawasan baru tentang dunia blog. Mengingat sekarang udah banyak dilirik orang di bidang ini.

      Tentu gak boleh melewatkan kesempatan berharga ini, dan semoga juga aku bisa menuangkan hasil karyaku menjadi sebuah buku supaya bisa memberi ilmu ke semua pembaca seperti mba

  40. wah menarik sekali sih, dari mulai ngeblog bisa jadi buku. semoga bisa lebih banyak lagi karya yang diciptakan ya kak. saya sendiri belum bisa belajar konsisten, hehhe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *